Kamis, 09 Juni 2016

MANUSIA DISELIMUTI KEGELISAHAN/KEGALAUAN



Akhir akhir ini banyak orang yang merasakan kegelisahan atau kegalauan. Gelisah atau galau adalah masa kebimbangan manusia dalam menentukan prioritas tujuannya sampai mendapatkan jawaban dari kegelisahannya. Namun, banyak orang yang masih dihantui oleh kebingungannya sediri bahkan sampai lupa siapa dia sebenarnya. Semakin merasakan kebingungan maka semakin bersar rasa ketakutan yang dialaminya. Maka dari itu kita harus bisa menemukan jawaban dari kegelisahan tersebut.
Pertama, tulis dan tanamkan apa prioritas pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Mungkin dari kita menyebutkan prioritas utama adalah dunia dan melupakan prioritas akhirat. Hal itu bisa disebut manusia diambang jalan. Sahabat saya mengatakan bahwa kalau dunia dijadikan jembatan ke akhirat itu bagus tapi manusia lebih suka hidup dijembatannya daripada diakhiratnya. Penulis sependapat dengan pernyataan tersebut karena memasuki zaman yang modern ini membuat manusia menjadi lupa dan lalai oleh teknologi. Mereka lebih sering membuka gadgetnya dari pada pandoman hidupnya (Al-Qur’an). Pendeknya adalah ketika kita diselimuti oleh kegalauan atau kegelisahan makan lihat dan ingat kembali apa prioritas utamamu? Jika prioritas kedua menunjang prioritas utamamu itu akan sangat baik tapi kalau melalaikan yang pertama itu bahaya. Contohnya; prioritas utama adalah sukses, kedua keluarga, ketiga kerja, keempat kuliah, kelima pacar dan keenam teman atau sahabat. Maka ketika kalian mengalami galau di prioritas pacar. Kenapa penulis menyebutkan pacar ? karena penulispun sering mengalaminya. Ketika kita mengalami hal tersebut maka ingatlah hal itu prioritas keberapa? Jalani saja dengan nyaman dan aman kelak kalian akan mengetahui siapakah yang patut kalian prioritaskan.
Kedua, temukan jawaban dari kegelisahan atau kegalauan itu sendiri. Ketika mendapatkan sebuah kegelisahan atau kegalauan manusia lebih memilih meninggalkan ketimbang mencari jawaban. Mereka lebih memilih nikmat dan senang-senang untuk melupakan kegelisahan atau kegalauan. Ingat, hal itu hanya hilang seketika saja selanjutnya kalian masih dihadapkan oleh masalah tersebut. Meninggalkan sebuah masalah yang menyebabkan kegelisahan tidak menyelesaikan masalah itu sendiri. Cara efektifnya adalah mencari jawaban dari permasalahan dari kegelisahan atau kegalauan tersebut. Misalkan: Si A merupakan seorang pemuda yang aktif dalam berorganisasi namun suatu ketika ia dihadapkan oleh situasi yang membuatnya bingung. Biasanya masalah yang dihadapkannya adalah memilih untuk berorganisasi atau memilih untuk serius membangun keluarga. Namun, banyak aktivis yang berhasil menemukan jawabanya yaitu memilih untuk focus terhadap organisasi kemudian memperisapkan diri untuk membangun keluarga. Hal ini berhubungan dengan peryataan pertama yaitu memilih atau menentukan tujuan prioritas utama maka prioritas selanjutnya akan mengikuti prioritas utama. Ibarat kereta, jika tidak ada mesin yang bagus maka gerbong tidak akan terbawa.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia merupakan makhluk yang ciptakan untuk berpikir supaya ia dapat mengerti apa arti sebuah kehidupan dan semua manusia memiliki pemikiran yang berbeda beda. Maka dari itu prioritaskan tujuan hidup untuk mencapai kesuksesan, selesaikan sebuah masalah galau atau gelisah dengan pemikiran yang tepat. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan artikel tersebut. Namun hal itu merupakan proses menuju kesempurnaan. Terima kasih…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar